Rabu, 30 November 2011

PERENUNGAN DIRI

 TUJUH HARI YANG BAKAL TERULANG


https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQDYnbAMzafEkZlVCh2b8FKRt79c9uj_r_19xkaTpcaWALNiSjZ9ayI0GU
Hari ke-1
Tahajudku tetinggal
Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai

Hari ke-2
Tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3
Aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi... Enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzzAl-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi... Ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan

Hari ke-4
Kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang ke seletan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disamping kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa

Hari ke-5
Kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengelu saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat, serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6
Aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. Waktu di perempatan lampu merah tadi saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7
Bukan hanya tahajudku tapi shubuhku pun tertinggal
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya
dan malam tadi dia dengan misscallnya mengingatkan aku tentang
tahajud

Kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku... ..
Amin....

Jumat, 25 November 2011

12 Tipe Perempuan Lajang




Setiap orang pasti memiliki pemikiran dan impian-impian tentang suatu hubungan yang bahagia. Michelle Cove, seorang penulis, melakukan penelitian dengan mewawancarai lebih dari 100 perempuan. Dia mencoba menentukan apa saja yang menjadi keinginan dan mimpi dari para perempuan lajang tentang suatu hubungan. Setelah mewawancarai para peremuan tersebut, Cove menyimpulkan semua keinginan dan impian tersebut dalam 12 kategori.



1. Pencari "soulmate"
Perempuan ini percaya setiap orang memiliki belahan jiwa dan ia akan melakukan apa saja untuk bisa menemukan "the one". Sayangnya, kadang-kadang ia terlalu terfokus untuk mencari pria yang tepat sehingga melewatkan pria-pria lain yang mungkin akan cocok untuknya.

2. Ingin bangkit

Lajang yang baru saja mengakhiri hubungan yang menyakitkan akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk bangkit dari keterpurukan dan menjadi lebih baik. Ia tidak menyesali apa yang terjadi dan berusaha mengambil hikmah dari semua peristiwa yang terjadi.

3. Mengalir saja

Perempuan seperti ini lebih suka membiarkan hidupnya mengalir begitu saja. Dia lebih suka hidup sendiri daripada berburu pria dengan berbagai cara. Bila akhirnya ia bertemu jodoh, hal itu terjadi secara alami.

4. Menunggu

Mereka percaya dengan kisah-kisah dongeng, di mana para perempuan menunggu untuk "diselamatkan" oleh seorang pangeran. Perempuan ini yakin suatu saat akan ada pria yang mampu mengangkat kehidupannya dan ia memilih menunggu kehadiran pria tersebut.

5. Telat kawin

Seumur hidupnya ia memuaskan keinginan dirinya untuk meraih kepuasan, entah itu dalam karier, pergaulan, maupun pencapaian lainnya. Ketika akhirnya ia merasa sudah waktunya mencari calon suami, ia menghentikan begitu saja segala aktivitas yang semula menjadi prioritasnya.

6. Tipe bebas

Perempuan pada kategori ini selalu mengkhawatirkan apakah dia harus memilih antara hidup sendiri dan berkomitmen. Biasanya, dia akan memilih hidup sendiri, tetapi bebas menentukan arah hidupnya.

7. Ingin menikah

Perempuan ini biasanya baru akan berkhayal tentang suatu pernikahan setelah seumur hidupnya tidak memedulikan konsep pernikahan. Hal ini biasanya terdorong oleh suatu peristiwa besar yang membuka pikirannya bahwa sesuatu yang semula diyakininya ternyata tidak tepat.

8. Pembelot

Perempuan yang tak lagi ingin hidup dengan cara yang sama yang dijalani komunitasnya meskipun dulunya ia juga penganut gaya hidup tersebut. Ia ingin menemukan cara yang sesuai dengan pilihan hatinya meskipun itu berarti harus meninggalkan teman-temannya.

9. Ingin beda

Perempuan yang ingin menikah, tetapi juga merasakan kekuatan untuk menjalani suatu pernikahan yang tidak konvensional. Perbedaan itu bisa dimulai sejak menentukan konsep pernikahannya.

10. Menjadi ibu

Perempuan ini selalu berpikir, suatu saat ia pasti akan menjadi ibu. Namun, dia berharap tidak ada orang lain yang mendesaknya segera mewujudkan harapannya itu. Bahkan, kadang-kadang ia sebenarnya merasa tidak harus menikah untuk mempunyai anak.

11. Lambat dan mantap

Perempuan ini, mungkin juga seperti kebanyakan perempuan pada umumnya, berharap menikah pada waktu yang tepat. Sementara itu, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menghiraukan segala desakan atau tekanan dari teman-teman atau keluarganya untuk segera menikah.

12. Para perintis

Perempuan ini merasa kehidupan pernikahan tidak cocok untuknya. Maka, ia mencoba menemukan cara baru untuk mendapatkan kebahagiaan.

Setiap orang pasti memiliki kategori sendiri karena pada dasarnya jalan hidup setiap orang memang berbeda. Tidak ada orang yang sempurna dalam menjalani sebuah hubungan. Jadi, termasuk dalam kategori apakah Anda?